MAKALAH
LEMBAGA PENDIDIKAN
Disusun
guna memenuhi tugas
Mata
Kuliah : Lembaga Sosial
Pengampu
: Thriwaty Arsal
Di
susun oleh :
Siti
Farikhah
3401413054
JURUSAN SOSIOLOGI DAN
ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan
rahmat, taufik dan hidayahnya sehigga kami dapat menyelesaikan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk, maupun pedoman bagi para
pembaca.
Harapan kami
makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca,
sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalahi ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami
akui masih banyak kekurangan, sehingga kami harapkan kepada para pembaca untuk
memberika masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah
ini.
Semarang,
Mei 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kegiatan
pendidikan selalu berlangsung di dalam suatu lingkungan. Dalam konteks
pendidikan, lingkungan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berada di
luar diri anak. Lingkungan dapat berupa hal-hal yang nyata, seperti tumbuhan,
orang, keadaan, politik, kepercayaan dan upaya lain yang dilakukan manusia,
termasuk di dalamnya adalah pendidikan.
Di dalam konteks
pembangunan manusia seutuhnya, keluarga, sekolah dan masyarakat akan menjadi
pusat-pusat kegiatan pendidikan yang akan menumbuhkan dan mengembangkan anak
sebagai makhluk individu, sosial, susila dan religius. Dengan memperhatikan
bahwa anak adalah individu yang berkembang, ia membutuhkan pertolongan dari
orang yang telah dewasa, anak harus dapat berkembang secara bebas, tetapi
terarah. Karenanya pendidikan harus dapat memberikan motivasi dalam mengaktifkan anak.
Lingkungan
pendidikan dapat diartikan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
praktek pendidikan baik positif ataupun negatif. Lingkungan pendidikan sebagai
tempat berlangsungnya proses pendidikan, merupakan bagian dari lingkungan
sosial. Lingkungan pendidikan sangat dibutuhkan dalam proses pendidikan sebab
lingkungan pendidikan tersebut berfungsi menunjang proses belajar mengajar
secara nyaman, tertib, dan berkelanjutan. Dengan suasana seperti itu, maka
proses pendidikan dapat dilaksanakan.
Lembaga
pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelengglarakan
kegiatan-kegiatan sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan
keahlian. yaitu dalam hal pendidikan
intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan. Sebagai tempat atau wadah
dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis,
terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber
daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara
efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.
1.2 Rumusan
Masalah
1.
Apakah
pengertian dari pendidikan?
2.
Apakah pengertian dari lembaga
Pendidikan?
3.
Apa saja bentuk-bentuk Lembaga Pendidikan?
4.
Apa saja fungsi Lembaga Pendidikan?
5.
Apakah Lembaga Pendidikan sudah memenuhi
fungsinya atau belum?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian Pendidikan.
2. Untuk mengetahui pengertian Lembaga Pendidikan.
3. Untuk mengetahui bentuk-bentuk lembaga
Pendidikan.
4. Untuk
mengetahui fungsi lembaga Pendidikan.
5. Untuk
mengetahui lembaga Pendidikan sudah memenuhi fungsinya ataukah belum.
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN
PENDIDIKAN
Pendidikan
adalah Usaha sadar dan sistematis,yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi
tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat
sesuai dengan cita-cita pendidikan(Achmad 2012).Pendidikan adalah bantuan yang di
berikan dengan sengaja kepada peserta didik dalam pertumbuhan jasmani maupun
rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa.Pendidikan adalsh proses bantuan dan
pertolongan yang diberikan oleh pendidik kepada peserta didik atas pertumbuhan
jasmani dan perkembangan secara optimal.
2. PENGERTIAN
LEMBAGA PENDIDIKAN
Lembaga
pendidikan adalah suatu badan yang berusaha mengelola dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan
sosial, kebudayaan, keagamaan, penelitian keterampilan dan keahlian. yaitu
dalam hal pendidikan intelektual, spiritual, serta keahlian/ keterampilan.
Sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara
rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali,
dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya
yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan.(Hasbullah 1999)
3.
BENTUK-BENTUK LEMBAGA PENDIDIKAN
1) Lembaga
Pendidikan Keluarga
Lingkungan
keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga
inilah anak-anak mendapatkan bimbingan dan paling banyak memperoleh pendidikan.
Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS[1]disebutkan
bahwa keluarga merupakan bagian dari lingkungan pendidikan informal/non formal.
Selain itu keluarga juga disebut sebagai satuan pendidikan diluar sekolah. Oleh
karena itu, keluarga mesti menciptakan suasana yang edukatif sehingga anak
didiknya tumbuh dan berkembang menjadi manusia sebagaimana tujuan dalam
pendidikan.(Suwarno 1985)
2) Lembaga
Pendidikan Sekolah
Yang
dimaksud dengan pendidikan sekolah adalah pendidikan yang diperoleh secara teratur,
sistematis, bertingkat dan dengan mengikuti syaraf yang jelas. Sekolah
merupakan lingkungan pendidikan formal, sekaligus membentuk kepribadian anak
didik yang tujuannya untuk mencapai 3 faktor yaitu aspek kognitif, afektif,
psikomotorik.[2]Terdapat
Macam-macam Sekolah,Ditinjau dari Segi yang Mengusahakan yaitu Sekolah Negeri,
sekolah yang diusahakan oleh pemerintah, baik dari segi pengadaan fasilitas,
keuangan maupun pengadaan tenaga pengajar.Sekolah Swasta, yaitu sekolah yang
diusahakn oleh selain pemerintah, yaitu badan-badan swasta.
Ditinjau
dari Sudut Tingkatan,Menurut UU Nomor 20 Tahun 2004, jenjang pendidikan formal
terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan
tinggi.Pendidikan Dasar, terdiri dari Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan
SMP/MTs.Pendidikan Menengah, terdiri dari SMA/MA dan SMK/MAK.Pendidikan Tinggi,
terdiri dari Akademi, Institut, Sekolah Tinggi dan Universitas.
Ditinjau
dari Sifatnya yaitu Sekolah Umum dan
Sekolah Kejuruan.
3) Lembaga
Pendidikan di Masyarakat
Masyarakat
diartikan sebagai suatu bentuk tata kehidupan sosial dengan tata nilai dan tata
budaya sendiri.Pendidikan di lingkungan masyarakat adalah pendidikan nonformal
yang dibedakan dari pendidikan di keluarga dan di sekolah. Bertujuan sebagai
penambah atau pelengkap pendidikan formal dan informal dalam rangka mendukung
pendidikan sepanjang hayat. Masyarakat memiliki peran yang besar dalam
pelaksanaan pendidikan nasional. Peran masyarakat itu antara lain menciptakan
suasana yang dapat menunjang pelaksanaan pendidikan nasional, ikut
menyelengglarakan pendidikan non pemerintah (swasta) dan yang lainnya.
Tripusat
pendidikan[3]saling
berhubungan dan berpengaruh. Keterkaitan ketiga pusat pendidikan yaitu
keluarga, sekolah, dan masyarakat masing-masing memiliki fingsi tersendiri
dengan satu tujuan yaitu menolong pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
secara optimal, untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu menjadikan manusia yang
seutuhnya, berjatidiri, memiliki integritas, dan martabat.Agar fungsi
pendidikan dapat tercapai dengan baik, harus terjadi kerjasama yang harmonis
antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003.[4]
4.
FUNGSI
LEMBAGA PENDIDIKAN
Fungsi
lembaga pendidikan :
- Untuk memenuhi keperluankeperluan di dalam proses pendidikan.
- Supaya individu menjadi anggota masyarakat yang berguna.
- Sebagai suatu upaya sistematis untuk mengajarkan apa yang tidak bisa dipelajari secara mudah dalam lingkungan keluarga.
·
Adanya perkembangan jaman yang semakin
pesat berdampak menggeser pada prinsip hidup manusiamampu meningkatkan kualitas
hidup.
Fungsi
manifes dari lembaga pendidikan adalah :
- Membantu orang dalam mengembangkan potensi dan mempersiapkan mereka untuk bekerja.
- Transmisi kebudayaan masyarakat, yaitu mewariskan nilai-nilai budaya bangsa pada generasi muda/penerus.
- Memilih dan mengerjakan peranan sosial, yaitu memberikan ketrampilan dan pengetahuan untuk dapat berperan di dalam masyarakat.
- Menjamin adanya integrasi sosial, yaitu untuk menjaga keutuhan masyarakat.
- Mengembangkan kebudayaan, yaitu melakukan inovasi-inovasi sosial dan tekhnologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
- Mengembangkan potensi individu sebagai anggota masyarakat, yaitu memberikan berbagai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang diperlukan untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki.
- Menolong orang untuk mengembangkan potensi demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan pengembangan masyarakat.
- Mengembangkan kemampuan berfikir secara rasional dan bebas.
- Menciptakan warga negara yang patriotik melalui pelajaran yang melukiskan kejayaan bangsa.
- Membantu orang untuk sanggup mencari nafkah hidup.
- Merangsang partisipasi demokratis melalui pengajaran ketrampilan.
- Memperkaya kehidupan dengan berkembangnya cakrawala intelektual.
- Meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri dan membentuk kepribadian.
Fungsi
Laten pendidikan adalah :
- Perpanjangan masa ketidakdewasaan.
- Memperpanjang masa ketergantungan.
- Melemahnya pengawasan orang tua.
- Mempertahankan sistem kelas sosial.
- Tempat bernaungnya perbedaan pendapat.
5.
ANALISA LEMBAGA PENDIDIKAN YANG SUDAH
ATAUPUN BELUM DALAM MEMENUHI FUNGSINYA
Di
dalam Lembaga Pendidikan terbagi kedalam 3 lingkungan Pendidikanyaitu
lingkungan pendidikan di Keluarga,Sekolah,dan Masyarakat.Lembaga Pendidikan di
lingkungan Keluarga menurut saya sudah memenuhi fungsinya,karena di dalam
lingkungan keluarga telah berperan dan menjalankan fungsinya sebagai agen
pertama yang dimana keluarga memiliki tugas utama dalam peletakan dasar bagi
pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Dikatakan pertama karena
keluarga adalah tempat dimana anak pertama kali mendapat pendidikan. Sedangkan
dikatakan utama karena hampir semua pendidikan awal yang diterima anak adalah
dalam keluarga. Karena itu, keluarga merupakan lembaga pendidikan tertua, yang
bersifat informal dan kodrati.[5]
Tugas keluarga adalah meletakkan dasar-dasar bagi perkembangan anak berikutnya,
agar anak dapat berkembang secara baik.Adapun fungsinya dengan adanya lembaga
pendidikan keluarga yaitu:
1. Pengalaman Pertama Masa Kanak-Kanak
Lembaga
pendidikan keluarga memberikan pengalaman pertama yang merupakan faktor penting
dalam perkembangan pribadi anak. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa pendidikan
keluarga adalah yang pertama dan utama. Pertama, berarti bahwa kehadiran anak
di dunia disebabkan hubungan kedua orang tuanya. Orang tua adalah orang dewasa,
maka merekalah yang harus bertanggung jawab terhadap anak. Kewajiban orang tua
tidak hanya sekedar memelihara eksistensi anak untuk menjadikannya seorang
pribadi, namun juga memberi pendidikan anak sebagai individu yang tumbuh
dan berkembang.Sedangkan utama, berarti
bahwa orang tua bertanggung jawab pada pendidikan anak. Hal itu memberikan
pengertian bahwa seorang anak dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya, dalam
keadaan penuh ketergantungan dengan orang lain, tidak mampu berbuat apa-apa
bahkan tidak mampu menolong dirinya sendiri. Oleh karena itu, orang tua
berkewajiban memberikan pendidikan pada anaknya dan yang palig utama di mana
hubungan orang tua dengan anaknya bersifat alami dan kodrati.
2. Menjamin Kehidupan Emosional Anak
Dalam
Lingkungan Pendidikan Orangtua dapat memberikan perhatian yang tinggi terhadap
anak, misalnya dengan menuruti kemauannya, mengontrol kelakuannya, dan
memberikan rasa perhatian yang lebih.Pencurahan rasa cinta dan kasih sayang,
yaitu dengan berucap lemah lembut, berbuat yang menyenangkan dan selalu
berusaha menyelipkan nilai pendidikan pada semua tingkah laku kita.Memberikan
contoh kebiasaan hidup yang bermanfaat bagi anak, yang diharapkan akan
menumbuhkan sikap kemandirian anak dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari.
3. Menanamkan Dasar Pendidikan Moral
Orang
tua harus mampu menjadi teladan yang baik misalnya dengan mengajarkan tutur
kata dan perilaku yang baik bagi anak-anaknya. Segala nilai yang dikenal anak
akan melekat pada orang-orang yang disenangi dan dikaguminya, dan dengan
melalui inilah salah satu proses yang ditempuh anak dalam mengenal nilai.
4. Memberikan Dasar Pendidikan Sosial
Keluarga
merupakan satu tempat awal bagi anak dalam mengenal nilai-nilai sosial. Di
dalam keluarga, akan terjadi contoh kecil pendidikan sosial bagi anak, misalnya
memberikan pertolongan bagi anggota keluarga yang lain, menjaga kebersihan dan
keindahan dalam lingkungan sekitar.
5. Peletakkan Dasar-dasar Keagamaan
Keluarga
juga berperan penting dalam proses internalisasi dan transformasi nilai-nilai
keagamaan ke dalam pribadi anak. Masa anak-anak adalah masa yang paling baik
untuk meresapkan dasar-dasar agama, dalam hal ini tentu saja terjadi dalam
keluarga. Kehidupan dalam keluarga hendaknya memberikan kondisi kepada anak
untuk mengalami suasana hidup keagamaan.
Yang
kedua yaitu Lembaga Pendidikan Sekolah,menurut saya Lembaga Pendidikan Sekolah
sudah memenuhi fungsinya karena di dalam sekolah telah membantu membentuk
kepribadian anak,[6]di
dalam lembaga Sekolah anak-anak di bimbing dan di ajarkan oleh guru tentang
Ilmu Pengetahuan dan Ilmu yang bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun untuk
bangsanya.Terdapat fungsi dari Lembaga Pendidikanyang mengembangkan
kecerdasan pikiran dan memberikan pengetahuan anak didik Spesialisasi dalam bidang
pendidikan dan pengajaran Efisiensi. Pendidikan dilakukan dalam program yang
tertentu dan sistematis, juga jumlah anak didik dalam jumlah besar akan
memberikan efisiensi bagi pendidikan anak dan juga bagi orang tua.Dengan adanya
Sosialisasi maka proses perkembangan individu menjadi makhluk sosial yang mampu
beradaptasi dengan masyarakat. Konservasi dan transmisi kultural, yaitu
pemeliharaan warisan budaya. Dapat dilakukan dengan pencarian dan penyampaian
budaya pada anak didik selaku generasi muda.Transisi dari rumah ke masyarakat.
Sekolah menjadi tempat anak untuk melatih berdiri sendiri dan tanggung jawab
anak sebagai persiapan untuk terjun ke masyarakat.
Namun
di sisi lain Lembaga Sekolah terdapat fungsi laten [7]yang
salah satunya kurangnya pengawasan orang tua kepada anaknya,karena terbatasnya
kemampuan orang tua di dalam mendidik anaknya,dan di percayakan kepada lembaga
pendidikan formal yaitu sekolahan,di sisi lain juga dapat menunda kedewasaan
seorang anak,karena waktu mereka sebagian besar hanya di sekolah.
Yang
Ketiga yaitu Lembaga Pendidikan Masyarakat,menurut saya sudah memenuhi fungsinya sebagai lembaga karena Masyarakat sebagai
lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi seseorang.
Masyarakat mempunyai peran penting dalam upaya ikut serta menyelenggarakan
pendidikan, karena membantu pengadaan sarana dan prasarana dan menyediakan
lapangan kerja. Partisipasi masyarakat membantu pemerintah dalam usaha
mencerdaskan kehidupan bangsa.Lembaga Masyarakat yang memiliki fungsi
menciptakan kemampuan penalaran,keterampilan dan sikap.Juga menjadi ajang
pengoptimalan perekembangan diri setiap individu,fungsi tersebut sudah dijalankan di dalam lembaga Masyarakat.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Lembaga
pendidikan merupakan salah satu wadah sosialisasi nilai-nilai yang ideal di
masyarakat.Lembaga Pendidikan terbagi menjadi Lembaga Keluarga,Lembaga
Sekolah,Lembaga Masyarakat.Masing-masing dari ketiga lembaga tersebut menurut
saya sudah memenuhi fungsinya sebagai Lembaga,karena dari Lembaga
Keluarga,Sekolah maupun Masyarakat berperan penting di dalam membantu di dalam
proses pendidikan. Lembaga Pendidikan mempunyai tanggung jawab yang terpadu
dalam rangka pencapaian tujuan nasional.
Keluarga sebagai lingkungan pertama, bertnaggung jawab untuk memberikan
dasar dalam menumbuh kembangkan anak sebagai makhuk individu, sosial, susila
dan religius.Sekolah sebagai lingkungan kedua bertugas mengembangkan potensi
dasar yang dimiliki masing-masing individu agar mempunyai kecerdasan
intelektual dan mental. Masyarakat
sebagai lembaga ketiga memberikan anak kemampuan penalaran, keterampilan dan
sikap. Juga menjadi ajang pengoptimalan perekembangan diri setiap individu.
Saran
Perlu
adanya keseriusan dan kesungguhan para pendidik dalam semua tingkatan lembaga
pendidikan sebagai usaha untuk pendewasaan diri yang optimal. Hendaknya
masing-masing lembaga pendidikan menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya
dalam usaha turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Achmad, M. (2012). Pengantar
Ilmu Pendidikan. Semarang, Unnes Press.
[1] Sistem
Pendidikan Nasional.
[2]Kognitif
yaitu mencakup kegiatan mental(otak),Afektif yaitu aspek yang berkaitan dengan
sikap dan nilai,Psikomotorik yaitu yang berkaitan dengan ketrampilan(skill).
[3] Meliputi
Keluarga,sekolah,masyarakat.
[4] Tentang
sistem pendidikan nasional yang menggariskan peran serta masyarakat dalam
pendidikan.
[5] Keluarga
dikatakan informal karena bukan suatu lembaga yang resmi,bersifat fleksibel dan
kodrati berarti keluarga itu akan bersifat kekal.
[6]
Pembentukan kepribadian dengan melalui pendidikan karakter.
[7] Fungsi
yang tersembunyi.


izin kopi paste yah buk guru, siapa tahu saja setelah tragedi kopi paste ini, kita bisa kopi darat ,hehe
BalasHapusSalah jwaban
BalasHapusmantap jawaban
BalasHapusIZIN BUK GURU KOPAS YO....MAKALAHNYA BAGUS...MENJADI SALAH SATU REFERENSI..SAYA....TRIMAKASIH
BalasHapusMantull
BalasHapusIzin kopas buk buat referensi membuat makalah hehehe
BalasHapus