Sabtu, 10 Januari 2015

Tugas Teori Sosiologi Klasik

Edit Posted by with No comments
Nama   : Siti Farikhah
NIM    : 3401413054
Rombel: 1

Emile Durkheim : Mendirikan Sosiologi sebagai satu Ilmu tentang Integrasi Sosial.
Menjelaskan keteraturan sosial yang mendasar yang berhubungan dengan proses-proses sosial yang meningkatkan integrasi dan solidaritas.Inilah masalah utama bagi Durkheim ,dan juga salah satu masalaha pokok dalam perspektif fungsional masa kini,khususnya yang diwakili oleh Parsons dan pengikut-pengikutnya.
Ø  Pokok-Pokok Pemikiran
1.      Kenyataan Fakta Sosial

a)      Fakta Sosial Lawan Fakta Individu
Pernyataan lain yang muncul dari tekanan Durkheim  pada kenyataan gejala sosial menyangkut sifat dasar kenyataan,Durkheim memecahkannnya secara langsung.Dia bertahan pada pendiriannya bahwa fakta sosial itu tidak dapat di reduksikan ke fakta individu,melainkan memiliki eksistensi yang independen pada tingkat sosial.Durkheim dalam melihat gejala sosial,baik dalam satu kelompok kecil atau dalam masyarakat keseluruhannya,akan mempertahankan bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya.
Fakta sosial adalah tidak menyatu dengan individu-individu secara utuh tetapi juga tidak bisa lepas dari individu-individu tersebut. Inti dari fakta sosial ini yaitu adanya tindakan yang dilakukan disebabkkan karena adanya pola dalam hubungan sosial itu sendiri.Sedangkan fakta individu,sering disebut sebagai fakta organis atau fakta psikis. Fakta organis ini merupakan tindakan yang dilakukan dengan didasari kesadaran individu itu sendiri. sehingga tidak ada bentuk intervensi dari luar yang memaksa seseorang untuk melakukan tindakan tersebut karena tidak memerlukan sebuah pola dalam sistem sosial.
Menurut Emile Durkheim, fakta sosial tidak dapat direduksi menjadi fakta individu, karena ia memiliki eksistensi yang independen ditengah-tengah masyarakat. Fakta sosial sesungguhnya suatu kumpulan dari fakta-fakta individu akan tetapi kemudian diungkapkan dalam suatu realitas yang riil. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa fakta sosial dihasilkan oleh pengaruh dari fakta psikis (sui generis).


b)      Karakteristik Fakta Sosial
-Gejala social bersifat eksternal terhadap individu
-Fakta social memaksa individu
-Fakta itu tersebar luas terhadap masyarakat atau bersifat umum.
c)      Strategi untuk menjelaskan Fakta Sosial
Sesudah menentukan bahwa penjelasan tentang fakta sosial harus dicari di dalam fakta sosial yang lainnya,Durkheim memberikan strategi tentang perbandingan terkendali sebagai metoda yang paling cocok untuk mengembangkan penjelasan kausal dalam sosiologi.Pada intinya ,metoda perbandingan terkendali merupakan klasifikasi silang dari fakta sosial tertentu untuk menentukan sejauh mana mereka berhubungan.
2.      Solidaritas dan tipe struktur sosial
Konsep solidaritas sosial merupakan konsep sentral Emile Durkheim (1858-1917) dalam mengembangkan teori sosiologi. Durkheim (dalam Lawang, 1994:181) menyatakan bahwa solidaritas sosial merupakan suatu keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama dan diperkuat oleh pengalaman emosional bersama. Solidaritas menekankan pada keadaan hubungan antar individu dan kelompok dan mendasari keterikatan bersama dalam kehidupan dengan didukung nilai-nilai moral dan kepercayaan yang hidup dalam masyarakat. Wujud nyata dari hubungan bersama akan melahirkan pengalaman emosional, sehingga memperkuat hubungan antar mereka.
Solidaritas sosial masyarakat terdiri dari dua bentuk yaitu:
a.       Solidaritas sosial mekanik
Pandangan Durkheim mengenai masyarakat adalah sesuatu yang hidup, masyrakat berpikir dan bertingkah laku dihadapkan kepada gejala – gejala sosial atau fakta-fakta sosial yang seolah-olah berada di luar individu. Fakta sosial yang berada di luar individu memiliki kekuatan untuk memaksa. Pada awalnya, fakta sosial berasal dari pikiran atau tingkah laku individu, namun terdapat pula pikiran dan tingkah laku yang sama dari individu-individu yang lain, sehingga menjadi tingkah laku dan pikiran masyarakat, yang pada akhirnya menjadi fakta sosial. Fakta sosial yang merupakan gejala umum ini sifatnya kolektif, disesbabkan oleh sesuatu yang dipaksakan pada tiap-tiap individu.
Dalam masyarakat, manusia hidup bersama dan berinteraksi, sehingga timbul rasa kebersamaan diantar mereka. Rasa kebersamaan ini milik masyarakat yang secara sadar menimbulkan perasaan kolektif. Selanjutnya, perasaan kolektif yang merupakan akibat (resultant) dari kebersamaan, merupakan hasil aksi dan reaksi diantara kesadaran individual. Jika setiap kesadaran individual itu menggemakan perasaan kolektif, hal itu bersumber dari dorongan khusus yang berasal dari perasaan kolektif tersebut.
Argumentasi Durkheim, diantaranya pada kesadaran kolektif yang berlainan dengan dari kesadaran individual terlihat pada tingkah laku kelompok..
Masyarakat bukanlah sekedar wadah untuk terwujudnya integrasi sosial yang akan mendukung solidaritas sosial, melainkan juga pangkal dari kesadaran kolektif dan sasaran utama dari perbuatan moral. Moralitas merupakan suatu keinginan yang rasional. Jadi perbuatan moral bukanlah sekedar “kewajiban” yang tumbuh dari dalam diri melainkan juga “kebaikan” ketika diri telah dihadapkan dengan dunia sosial. Setiap individu yang melakukan pelanggaran nilai-nilai dan norma-norma kolektif timbul rasa bersalah dan ketegangan dalam batin. Nilai-nilai itu sudah merasuk dalam batin dan memaksa individu, sekalipun pemaksaannya tidak langsung dirasakan karena proses pembatinan itu untuk menyesuaikan diri.
Solidaritas mekanik tidak hanya terdiri dari ketentuan yang umum dan tidak menentu dari individu pada kelompok, kenyataannya dorongan kolektif terdapat dimana-mana, dan membawa hasil dimana-mana pula. Dengan sendirinya, setiap kali dorongan itu berlangsung, maka kehendak semua orang bergerak secara spontan dan seperasaan. Terdapat daya kekuatan sosial yang hakiki yang berdasarkan atas kesamaan-kesamaan sosial, tujuannya untuk memelihara kesatuan sosial. Hal inilah yang diungkapkan oleh hukum bersifat represif (menekan). Pelanggaran yang dilakukan individu menimbulkan reaksi terhadap kesadaran kolektif, terdapat suatupenolakkan karena tidak searah dengan tindakan kolektif. Tindakan ini dapat digambarkan, misalnya tindakan yang secara langsung mengungkapkan ketidaksamaan yang menyolok dengan orang yang melakukannya dengan tipe kolektif, atau tindakan-tindakan itu melanggar organ hati nurani umum.

b.      Solidaritas sosial organik
Solidaritas organik berasal dari semakin terdiferensiasi dan kompleksitas dalam pembagian kerja yang menyertai perkembangan sosial. Durkheim merumuskan gejala pembagian kerja sebagai manifestasi dan konsekuensi perubahan dalam nilai-nilai sosial yang bersifat umum. Titik tolak perubahan tersebut berasal dari revolusi industri yang meluas dan sangat pesat dalam masyarakat. Menurutnya, perkembangan tersebut tidak menimbulkan adanya disintegrasi dalam masyarakat, melainkan dasar integrasi sosial sedang mengalami perubahan ke satu bentuk solidaritas yang baru, yaitu solidaritas organik. Bentuk ini benar-benar didasarkan pada saling ketergantungan di antara bagian-bagian yang terspesialisasi.
Kesadaran kolektif pada masyarakat mekanik paling kuat perkembangannya pada masyarakat sederhana, dimana semua anggota pada dasarnya memiliki kepercayaan bersama, pandangan, nilai, dan semuanya memiliki gaya hidup yang kira-kira sama. Pembagian kerja masih relatif rendah, tidak menghasilkan heterogenitas yang tinggi, karena belum pluralnya masyarakat. Lain halnya pada masyarakat organik, yang merupakan tipe masyarakat yang pluralistik, orang merasa lebih bebas. Penghargaan baru terhadap kebebasan, bakat, prestasi, dan karir individual menjadi dasar masyarakat pluralistik. Kesadaran kolektif perlahan-lahan mulai hilang. Pekerjaan orang menjadi lebih terspesialisasi dan tidak sama lagi, merasa dirinya semakin berbeda dalam kepercayaan, pendapat, dan juga gaya hidup. Pengalaman orang menjadi semakin beragam, demikian pula kepercayaan, sikap, dan kesadaran pada umumnya.
.
Kita dapat membandingkan sifat – sifat pokok dari masyarakat yang didasarkan pada solidaritas mekanik dengan solidaritas organik.
SOLIDARITAS MEKANIK
SOLIDARITAS ORGANIK
Pembagian kerja rendah
Pembagian kerja tinggi
Kesadaran kolektif kuat
Kesadaran kolektif rendah
Hukum represif dominan
Hukum restitutif dominan
Individualisme rendah
Individualiasme tinggi
Secara relatif saling ketergantungan rendah
Saling ketergantungan yang tinggi
Konsensus terhadap pola-pola normatif penting
Konsensus pada nilai-nilai abstrak, dan umum penting
Keterlibatan komunitas dalam menghukum orang yang menyimpang.
Badan-badan kontrol yang menghukum orang yang menyimpang.
Bersifat primitif atau pedesaan
Bersifat insdustrial-perkotaan

Disini Durkheim mengkaji masyarakat ideal berdasarkan konsep solidaritas sosial. Solidaritas sosial menunjuk pada suatu keadaan hubungan antara individu dan kelompok yang berdasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama. Ikatan solidaritas sosial menurutnya lebih mendasar dari pada hubungan kontraktual yang dibuat atas persetujuan rasional.

3.      Ancaman terhadap Solidaritas
a.Sumber-sumber ketegangan dalam masyarakat Organik yang Kompleks
Dalam suatu masyarakat dengan pembagian kerja yang sangat berkembang serta pola-pola salingketergantungan yang kompleks,integrasi mungkin di rusakkan oleh kooordinasi yang tidak memadai lagi antara orang-orang yang memiliki spesialisasi yang tinggi yang kegiatan-kegiatannya tidak dapat dihubungkan menjadi satu,satu ancaman yang lebih penting lagi terhadap solidaritas mekanik,berkembang dari heterogenitas yang tinggi,ikatan bersama yang mempersatukan pelbagai anggota masyarakat menjadi kendor.Durkheim melihat adanya nilai yang tinggi dalam solidaritas kelompok pekerjaaan,melalui kelompok-kelompok itulah individu dapat dihubungkan dengan keteraturan sosial yang lebih besar.
b.Integrasi Sosial dan Angka Bunuh Diri
Angka bunuh diri berbeda-beda menurut tingkat integrasi sosial.Durkheim mengidentifikasi tiga tipe bunuh diri yaitu egoistik,anomik,dan altruistik.
c.Kemunculan dan Dukungan terhadap Solidaritas
d.Hubungan antara Orientasi Agama dan Struktur sosial.
e.Agama dalam masyarakat Modern
f.Asal usul bentuk-bentuk Pengetahuan dalam masyarakat.

Ø  Kritikan terhadap Teori Emille Durkheim
Tekanan Durkheim pada tingkat analisa struktur sosial dan pada kenyataan tentang fakta sosial,struktur sosial dan serupanya ditolak oleh beberapa ahli teori yang berpengaruh antara lain max weber,weber mengemukakan bahwa satuan analisa sosiologis yang fundamentak haruslah berupa tindakan seorang individu yang sedang bertindak yang mempunyai arti,bukan fakta sosial yang mengatasi individu,meskipun seperti Durkheim dia juga memperhatikan kecenderungan-kecenderungan dan pola-pola yang berukuran besar.
Tekanan pada solidaritas dan integrasi,marx memusatkan perhatiannya pada ketegangan-ketegangan internal serta konflik yang tidak dihindarkan meluas keseluruh masyarakat dan yang dinyatakan terutama dalam hubungan-hubungan sosial yang bersifat antagonistik antara kelas-kelas yang bertentangan,sebaliknya Durkheim menyinggung kelas sosial secara luas.

Ø  Turunannya
-Robert K.Merton




Ø  Persamaannya

-Menurut Emile Durkheim dan Robert K.Merton sama-sama beranggapan masyarakat itu harus mempunyai suatu tujuan yang jelas dan tujuan tersebut harus dicapai semaksimal mungkin. Terdapat juga solidaritas yang dibedakan menjadi dua, yaitu kesamaan dan perbedaan.
-Emille Durkheim dan Robert K.Merton juga beranggapan mengenai teori struktur sosial.























Referensi
Paul Johnson, Doyle. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT Gramedia.
http://ronikurosaky.blogspot.com/2014/05/teori-integritas-sosial-menurut-emile.html





0 komentar:

Posting Komentar