MAKALAH
PERAN
GURU DALAM MENGENTASKAN MASALAH KETIDAKDISPLINAN SISWA
Di
Susun untuk memenuhi tugas
Mata
Kuliah : Bimbingan dan Konseling
Dosen
Pengampu : Dr.Awalya,M.Pd,kons.,
Di
Susun Oleh :
Siti
Farikhah
3401413054
Rombel
86
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2014
Kata
Pengantar
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, taufik dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul”Peran
Guru dalam Mengentaskan Masalah Ketidakdisiplinan Siswa” dalam bentuk maupun
isinya yang sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu
acuan, petunjuk, maupun pedoman bagi para pembaca.
Harapan kami makalah ini dapat
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalahi ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak
kekurangan, sehingga kami harapkan kepada para pembaca untuk memberika
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Semarang, Oktober 2014
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Pada Kenyataannya yang terjadi pada saat ini, siswa selalu
kurang disiplin dan kurang memiliki rasa tanggung jawab di sekolah,seperti datang terlambat,tidak
membuat pekerjaan rumah, mencoret coret meja,tidak membudayakan sikap antri,
pada saat upacara bendera tidak tertib dan tidak mengikuti dengan
khitmat,berpakian tidak rapi, seragamnya tidak dimasukkan,menyerahkan tugas tidak
tepat waktu, di dalam waktu belajar mengajar sering bicara sendiri atau sam
teman sebangkunya,tidak memperhatikan guru,sering berkelahi,kurang hormat pada
guru. Perilaku ini merupakan dasar dalam pembentukan watak dan kepribadian
siswa. Kalau kebiasan ini tidak menemukan pemecahan masalahnya maka tujuan pendidikan
nasional akan sulit terwujud dang terhambat.
Berbagai hal yang dapat mempengaruhi
siswa kurang menunjukkan sikap disiplin, diantaranya lemahnya perhatian orang
tua kepada anaknya dikarenakan orang tua selalu sibuk dengan urusan ekonomi,
orang tua yang otoriter, keluarga yang brokenhome,pengaruh pergaulan
dilingkungan sekitar siswa tersebut,adanya perkembangan media elektronik memberikan dampak buruk, kurang
demokratisnya pendekatan dari orang tua maupun guru yang ada disekolah.
Dengan memberikan sanksi berjenjang
di sekolah pada siswa diharapkan dapat merubah sikap dari kurang disiplin dan
kurang bertanggung jawab menjadi anak yang berdisiplin dan bertanggung jawab.
2. Rumusan
Masalah
1.Definisi dari kedisiplinan.
2.Faktor apa saja yang mempengaruhi
ketidaksiplinan siswa.
3.Perandan upaya guru di dalam mengatasi
masalah ketidakdisiplinan siswa.
4.Mengapa perlu adanya upaya di dalam
mengatasi masalah Ketidaksiplinan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Definisi Kedisiplinan
Kata
kedisiplinan berasal dari bahasa Latin yaitu discipulus,yang berarti mengajari
atau mengikuti yang dihormati. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007),
menyatakan bahwa disiplin adalah:
a. Tata
tertib (di sekolah, di kantor, kemiliteran, dan sebagainya).
b. Ketaatan
(kepatuhan) pada peraturan tata tertib.
c. Bidang
studi yang memiliki objek dan sistem tertentu.
Kedisiplinan
adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari
serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan,
kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban.Karena sudah menyatu dengannya, maka
sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi atau sama sekali tidak dirasakan
sebagai beban,bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bilamana tidak berbuat
sebagaimana lazimnya (Prijodarminto,1994).
Menurut
Ekosiswoyo dan Rachman (2000), kedisiplinan hakikatnya adalah sekumpulan
tingkah laku individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan,
kepatuhan,yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban
dalam rangka pencapaian tujuan.
Menurut Arikunto(1990), di dalam
pembicaraan kedisiplinan dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama
tetapi pembentukannya secara berurutan.
Kedisiplinan dapat diartikan sebagai
serangkaian aktivitas / latihan yang dirancang karena dianggap perlu
dilaksanakan untuk dapat mencapai sasaran tertentu (Sukadji, 2000).
Kedisiplinan
merupakan sikap atau perilaku yang menggambarkan kepatuhan kepada suatu aturan
atau ketentuan. Kedisiplinan juga berarti suatu tuntutan bagi
berlangsungnyakehidupan yang sama,teratur dan tertib,yang dijadikan syarat
mutlak bagi berlangsungnya suatu kemajuan dan perubahan- perubahan ke arah yang
lebih baik(Budiono, 2006).
Santoso
(2004) menyatakan bahwa kedisiplinan adalah sesuatu yang teratur, misalnya
disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan berarti bekerja secara teratur.
Kedisiplinan
berkenaan dengan kepatuhan dan ketaatan seseorang atau kelompok orang terhadap
norma-norma dan peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun
yang tidak tertulis. Kedisiplinan dibentuk serta berkembang melalui latihan dan
pendidikan sehingga terbentuk kesadaran dan keyakinan dalam dirinya untuk
berbuat tanpa paksaan.
Berdasarkan berbagai pendapat diatas, dapat
disimpulkan bahwa kedisiplinan adalah suatu sikapdan perilaku yang mencerminkan
ketaatan dan ketepatan terhadap peraturan,tata tertib,norma-norma yang
berlaku,baik tertulis maupun yang tidak tertulis.
2.
Faktor yang dapat mempengaruhi ketidaksiplinan siswa.
Bahwa sikap
ketidakdisiplinan siswa itu banyak
dipengaruhi oleh faktor dari dalammaupundariluar seseorang. Faktor
dari dalam yaitu dari diri siswa tersebut,perilakunya,pribadinya siswa itu
sendiri. Faktor luar salah satunya dari
keluarganya adalah pengaruh lingkungan disekitar
siswa tersebut.Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketidaksiplinan
siswa tersebut adalah:
Dari faktor dalam seperti lemahnya
perhatian orang tua kepada anaknya dikarenakan orang tua selalu sibuk dengan
kepentingannya,selain itu juga tidak diterapkan sikap untuk membentuk agar anak
tersebut disiplin,orangtua yang kurang peduli dan cuek terhadap anaknya sendiri
sehingga bisa membentuk kepribadian tidak disiplin.
Dari faktor luar seperti dari
lingkungannya seperti saja mereka bertempat tinggal,apabila lingkungan itu
tidak baik maka akan mendorong anak tersebut akan tidak baik juga,seperti tidak
menaati peraturan dan norma yang berlaku di dalam lingkungan
masyarakatnya,sikap tersebut jelas akan menciptakan kurang disiplin karena
tidak bisa menaati peraturan yang ada,selain tempat tinggal mereka lingkungan
yang bisa mempengaruhi anak tidak disiplin adalah dari teman
bergaul,anak yang bergaul dengan anak yang kurang baik perilakunya akan
berpengaruh terhadap anak yang diajaknya berintraksi sehari haridilingkungan,selain
itu juga di lingkungan sekolahnya seperti halnya kepemimpinan guru atau kepala
sekolah yang otoriter yang menyebabkan sikap siswa yang agresif ingin brontak
akibat kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi,siswa kurang mendapatkan
perhatian dari pihak-pihak sekolah ,siswa kurang dilibatkan dan diikutsertakan
dalam kegiatan-kegiatan disekolah,pihak dari sekolah kurang mengadakan kerja
sama dan saling melepas tanggung jawab.Tidak adanya peraturan yang tegas
sehingga sikap siswa itu dapat bersikap seenaknya sendiri,guru kurang tanggap
jika ada siswa yang tidak disiplin dan membiarkannya begitu saja.
3. Peran dan upaya
guru di dalam mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa.
Sebagai pendidik,guru mempunyai
tugas dan tanggung jawab untuk membantu kedewasaan siswa,guru hendaknya memahami segala aspek untuk memebentuk
kepribadian siswa seperi halnya kedisiplinan siswa,guru dapat memotivasi agar
membentuk sikap siswa agar lebih baik lagi. Disamping memahami siswa,guru
berperan untuk mengenal dan memahami dirinya sendiri,karena seorang guru akan
dicontoh siswanya,selain guru memerintah siswanya disiplin dari gurunya sendiri
juga harus menerapkan kedisplinan,jika guru tersebut tidak disiplin tidak
menutup kemungkinan siswa tersebut akan meniru sikap ketidaksiplinan dari
gurunya,dengan begitu guru harus disiplin.
Kedisiplinan yang harus ditanamkan
pada diri siswa merupakan suatu pembawaan sikap yang baik dan patut dicontoh.
Sikap ini dapat terbawa hingga ke jenjang pendidikan maupun diluar pendidikan.
Dalam urusan kedisiplinan belajar peran guru sangatlah penting karena guru dalm
membentuk atau membantu siswa agar disiplin bisa dikatakan sulit. Tak banyak
dari siswa yang membangkang dengan peraturan yang ada sehingga guru terpaksa
memberikan hukuman yang diharapkan dapat membuat jera siswa.
Disiplin juga menjadi salah satu prasyarat terbentuknya
pendidikan yang kondusif, dalam hal ini baik kepala sekolah maupun guru ikut
serta bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan. Penanggulangan
masalah disiplin yang terjadi di sekolah dapat dilakukan melalui tahapan
preventif, represif dan kuratif. Mendorong siswa melaksanakan tata tertib
sekolah. Memberi pengetahuan bahwa tata tertib itu baik untuk perkembangan dan
keberhasilan sekolah.
Upaya-upaya yang bisa di lakukan
guru untuk mengatasi masalah-masalah ketidakdisiplinan siswa yaitu dengan cara
pendekatan terhadap siswa yang tidak disiplin,guru dapat menasehati
siswanya,diberi bimbingan pada siswa,dilakukan sosialisasi terhadap siswa akan
pentingnya bersikap disiplin,jika ada siswa yang tidak disiplin sebaiknya
dilakukan cara preventif terlebih dahulu jangan langsung menghukum apalagi
melakukan kekerasan karena akan membuat siswa tersebut trauma/takut, guru
sangat berperan penting di dalam membentuk sikap disiplin siswa didalam
kehidupannya,baik di keluarganya,lingkungan sekolahnya,dan lingkungan dimana
siswa tersebut berada. Siswa-siswa yang sudah menaati peraturan dan disiplin
diberikan reward/penghargaan dengan begitu siswa yang sudah disiplin akan
meingkatkan lagi kedisplinannya,dan yang belum disiplin akan melaksanakan hal-hal
dengan disiplin.
Dalam proses belajar mengajar guru sebelum mengajarkan
materi sebaiknya dilakukan motivasi-motivasi agar membentuk kedisplinan siswa
dan bisa mengembangkan pendidikan karakter,dan sebelum dilakukan kegiatan
belajar jika ada siswa yang tidak disiplin seperti terlambat,sebaiknya guru
tidak langsung menghukumnya dengan berat,namun ditanya terlebih dahulu kenapa
terlambat,dan diberi arahan agar tidak terlambat lagi,namun apabila siswa
tersebut terlambat terus sebaiknya diberi peringatan yang berupa hukuman agar
jera dan tidak lagi terlambat lagi,diberi sanksi tidak pandang
bulu,memperlakukan siswanya dengan perlaukuan yang sama tidak membeda-bedakan
satu sama lain. Penanaman kedisiplinan siswa dengan menjadikan kebiasaan,karena
dengan kebiasaanlah siswa akan terbiasa disiplin,guru memberikan pengarahan
terhadap siswa tentang tanggung jawab,dengan bertanggung jawab siswa dapat
menjalankan kedisiplinan,karena siswa tahu akan kewajibannya.Memberi
pengetahuan bahwa tata tertib itu baik untuk perkembangan dan keberhasilan
sekolah.
4. Perlunya Upaya
di dalam mengatasi masalah Ketidaksiplinan siswa.
Kedisiplinan belajar siswa dapat
terjadi secara optimal bila pihak sekolah dan guru melakukan perbaikan proses
belajar mengajar yang menjadikan siswa itu memiliki tingkat yang sama yaitu:
sama-sama mencari ilmu tanpa ada dinding pemisah yang menghalangi. Sehingga
antara guru dan siswa itu akan tercipta saling kerjasama dan siswa pun menjadi
bersemangat dalam belajar karena siswa tidak merasa lebih rendah daripada guru
mereka.
Disiplin akan bertumbuh dengan baik
apabila atas kemauan diri sendiri, tetapi apabila disiplin didasarkan bukan
atas kemauan diri sendiri maka yang terjadi disiplin tidak akan tumbuh dalam
diri anak tersebut. Dengan adanya disiplin yang tertanam dari diri siswa akan
menjadika mereka lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Dengan adanya disiplin
belajar yang baik bagi siswa akan meningkatkan serta memperbesar kemungkinan
siswa untuk berkreasi dan berprestasi.
Sehingga apabila siswa memiliki
displin dalam waktu belajar maka siswa tersebut akan terdorong dan termotivasi
dalam diri mereka untuk selalu balajr dan belajar. Dengan adanya kesidiplinan
yang telah diterapkan dan ditanamkan akan mendorong keberhasilan dan kesuksesan
bagi diri siswa sendiri.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dapat di simpulkan dari uraian
diatas ketidaksiplinan siswa dipengaruhi dari beberapa faktor,baik dari faktor
dalam maupun dari luar,faktor dari dalam meliputi dari dalam diri siswa
tersebut,dan faktor luar yaitu dari keluarga siswa,lingkungan siswa tersebut
tinggal,dan dari teman-temannya.Disamping hal-hal tersebut, para guru jangan
melupakan bahwa disiplin sama pentingnya dengan proses pengajaran itu sendiri.
Sebab, keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah tidak lepas dari sikap
disiplin para siswa,dan peran guru di dalam mendisiplinkan para siswa-siswanya
dengan baik.Adapun peran dan upaya guru di dalam mengentaskan masalah terhadap
ketidaksiplinan siswa adalah dengan cara guru memberi contoh dan melaksanakan
dengan baik mengenai kedisplinan,agar siswa dapat mencontoh dari sikap kedisplinan
guru.Penanggulangan masalah ketidaksiplinan siswa dapat dilakukan pengendalian
baik preventif,represif dan kuratif,dengan cara pendekatan terhadap siswa yang
tidak disiplin,guru dapat menasehati
siswanya,diberi bimbingan pada siswa,dilakukan sosialisasi terhadap siswa akan
pentingnya bersikap disiplin,dibutuhkan dorongan terhadap siswa agar selalu
menerapkan kedisiplinan.Disiplin akan bertumbuh dengan baik apabila atas
kemauan diri sendiri, tetapi apabila disiplin didasarkan bukan atas kemauan
diri sendiri maka yang terjadi disiplin tidak akan tumbuh dalam diri anak
tersebut.Dengan adanya kesidiplinan yang telah diterapkan dan ditanamkan akan
mendorong keberhasilan dan kesuksesan bagi diri siswa sendiri.
2. Saran
·
Dibutuhkan kerjasama antara siswa dan guru di dalam
upaya mengentaskan kedisplinan agar tujuan berjalan dengan lancar.
·
Menerapkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan di
dalam kehidupan sehari-hari.
·
Membiasakan kedisiplinan itu harus diajarkan dan
ditanamkan sejak dini sehingga akan membawa dampak yang positif di kehidupan
yang akan datang.
Daftar Pustaka
Dr.Awalya,M.Pd,Kons.,dkk.
2013.Bimbingan dan Konseling.Semarang : Unnes Press


0 komentar:
Posting Komentar