Sabtu, 10 Januari 2015

MAKALAH PERAN GURU DALAM MENGENTASKAN MASALAH KETIDAKDISPLINAN SISWA

Edit Posted by with No comments

MAKALAH
PERAN GURU DALAM MENGENTASKAN MASALAH KETIDAKDISPLINAN SISWA

Di Susun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah :  Bimbingan dan Konseling
Dosen Pengampu : Dr.Awalya,M.Pd,kons.,


Di Susun Oleh :
Siti Farikhah
3401413054
Rombel 86



UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014


Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, taufik dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul”Peran Guru dalam Mengentaskan Masalah Ketidakdisiplinan Siswa” dalam bentuk maupun isinya yang sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk, maupun pedoman bagi para pembaca.
            Harapan kami makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalahi ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
            Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan, sehingga kami harapkan kepada para pembaca untuk memberika masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.



Semarang,   Oktober 2014

Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Pada Kenyataannya yang terjadi pada saat ini, siswa selalu kurang disiplin dan kurang memiliki rasa tanggung  jawab di sekolah,seperti datang terlambat,tidak membuat pekerjaan rumah, mencoret coret meja,tidak membudayakan sikap antri, pada saat upacara bendera tidak tertib dan tidak mengikuti dengan khitmat,berpakian tidak rapi, seragamnya tidak dimasukkan,menyerahkan tugas tidak tepat waktu, di dalam waktu belajar mengajar sering bicara sendiri atau sam teman sebangkunya,tidak memperhatikan guru,sering berkelahi,kurang hormat pada guru. Perilaku ini merupakan dasar dalam pembentukan watak dan kepribadian siswa. Kalau kebiasan ini tidak menemukan pemecahan masalahnya maka tujuan pendidikan nasional akan sulit terwujud dang terhambat. 
           Berbagai hal yang dapat mempengaruhi siswa kurang menunjukkan sikap disiplin, diantaranya lemahnya perhatian orang tua kepada anaknya dikarenakan orang tua selalu sibuk dengan urusan ekonomi, orang tua yang otoriter, keluarga yang brokenhome,pengaruh pergaulan dilingkungan sekitar siswa tersebut,adanya perkembangan media  elektronik memberikan dampak buruk, kurang demokratisnya pendekatan dari orang tua maupun guru yang ada disekolah.
           Dengan memberikan sanksi berjenjang di sekolah pada siswa diharapkan dapat merubah sikap dari kurang disiplin dan kurang bertanggung jawab menjadi anak yang berdisiplin dan bertanggung jawab.

2.      Rumusan Masalah
1.Definisi dari kedisiplinan.
2.Faktor apa saja yang mempengaruhi ketidaksiplinan siswa.
3.Perandan upaya guru di dalam mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa.
4.Mengapa perlu adanya upaya di dalam mengatasi masalah Ketidaksiplinan.


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Definisi Kedisiplinan
Kata kedisiplinan berasal dari bahasa Latin yaitu discipulus,yang berarti mengajari atau mengikuti yang dihormati. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007), menyatakan bahwa disiplin adalah:
a.       Tata tertib (di sekolah, di kantor, kemiliteran, dan sebagainya).
b.      Ketaatan (kepatuhan) pada peraturan tata tertib.
c.       Bidang studi yang memiliki objek dan sistem tertentu.
            Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atau ketertiban.Karena sudah menyatu dengannya, maka sikap atau perbuatan yang dilakukan bukan lagi atau sama sekali tidak dirasakan sebagai beban,bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bilamana tidak berbuat sebagaimana lazimnya (Prijodarminto,1994).
            Menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2000), kedisiplinan hakikatnya adalah sekumpulan tingkah laku individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan,yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.
Menurut Arikunto(1990), di dalam pembicaraan kedisiplinan dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tetapi pembentukannya secara berurutan.
Kedisiplinan dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas / latihan yang dirancang karena dianggap perlu dilaksanakan untuk dapat mencapai sasaran tertentu (Sukadji, 2000).
Kedisiplinan merupakan sikap atau perilaku yang menggambarkan kepatuhan kepada suatu aturan atau ketentuan. Kedisiplinan juga berarti suatu tuntutan bagi berlangsungnyakehidupan yang sama,teratur dan tertib,yang dijadikan syarat mutlak bagi berlangsungnya suatu kemajuan dan perubahan- perubahan ke arah yang lebih baik(Budiono, 2006).
Santoso (2004) menyatakan bahwa kedisiplinan adalah sesuatu yang teratur, misalnya disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan berarti bekerja secara teratur.
Kedisiplinan berkenaan dengan kepatuhan dan ketaatan seseorang atau kelompok orang terhadap norma-norma dan peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Kedisiplinan dibentuk serta berkembang melalui latihan dan pendidikan sehingga terbentuk kesadaran dan keyakinan dalam dirinya untuk berbuat tanpa paksaan.
Berdasarkan berbagai pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan adalah suatu sikapdan perilaku yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan terhadap peraturan,tata tertib,norma-norma yang berlaku,baik tertulis maupun yang tidak tertulis.

2.      Faktor yang dapat mempengaruhi ketidaksiplinan siswa.

Bahwa sikap ketidakdisiplinan siswa itu banyak dipengaruhi oleh faktor dari dalammaupundariluar seseorang. Faktor dari dalam yaitu dari diri siswa tersebut,perilakunya,pribadinya siswa itu sendiri. Faktor luar salah satunya dari keluarganya adalah pengaruh lingkungan disekitar siswa tersebut.Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketidaksiplinan siswa tersebut adalah:
Dari faktor dalam seperti lemahnya perhatian orang tua kepada anaknya dikarenakan orang tua selalu sibuk dengan kepentingannya,selain itu juga tidak diterapkan sikap untuk membentuk agar anak tersebut disiplin,orangtua yang kurang peduli dan cuek terhadap anaknya sendiri sehingga bisa membentuk kepribadian tidak disiplin.
Dari faktor luar seperti dari lingkungannya seperti saja mereka bertempat tinggal,apabila lingkungan itu tidak baik maka akan mendorong anak tersebut akan tidak baik juga,seperti tidak menaati peraturan dan norma yang berlaku di dalam lingkungan masyarakatnya,sikap tersebut jelas akan menciptakan kurang disiplin karena tidak bisa menaati peraturan yang ada,selain tempat tinggal mereka lingkungan yang bisa mempengaruhi anak tidak disiplin adalah dari teman bergaul,anak yang bergaul dengan anak yang kurang baik perilakunya akan berpengaruh terhadap anak yang diajaknya berintraksi sehari haridilingkungan,selain itu juga di lingkungan sekolahnya seperti halnya kepemimpinan guru atau kepala sekolah yang otoriter yang menyebabkan sikap siswa yang agresif ingin brontak akibat kekangan dan perlakuan yang tidak manusiawi,siswa kurang mendapatkan perhatian dari pihak-pihak sekolah ,siswa kurang dilibatkan dan diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan disekolah,pihak dari sekolah kurang mengadakan kerja sama dan saling melepas tanggung jawab.Tidak adanya peraturan yang tegas sehingga sikap siswa itu dapat bersikap seenaknya sendiri,guru kurang tanggap jika ada siswa yang tidak disiplin dan membiarkannya begitu saja.


3.      Peran dan upaya guru di dalam mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa.

Sebagai pendidik,guru mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk membantu kedewasaan siswa,guru hendaknya  memahami segala aspek untuk memebentuk kepribadian siswa seperi halnya kedisiplinan siswa,guru dapat memotivasi agar membentuk sikap siswa agar lebih baik lagi. Disamping memahami siswa,guru berperan untuk mengenal dan memahami dirinya sendiri,karena seorang guru akan dicontoh siswanya,selain guru memerintah siswanya disiplin dari gurunya sendiri juga harus menerapkan kedisplinan,jika guru tersebut tidak disiplin tidak menutup kemungkinan siswa tersebut akan meniru sikap ketidaksiplinan dari gurunya,dengan begitu guru harus disiplin.
Kedisiplinan yang harus ditanamkan pada diri siswa merupakan suatu pembawaan sikap yang baik dan patut dicontoh. Sikap ini dapat terbawa hingga ke jenjang pendidikan maupun diluar pendidikan. Dalam urusan kedisiplinan belajar peran guru sangatlah penting karena guru dalm membentuk atau membantu siswa agar disiplin bisa dikatakan sulit. Tak banyak dari siswa yang membangkang dengan peraturan yang ada sehingga guru terpaksa memberikan hukuman yang diharapkan dapat membuat jera siswa.
Disiplin juga menjadi salah satu prasyarat terbentuknya pendidikan yang kondusif, dalam hal ini baik kepala sekolah maupun guru ikut serta bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan. Penanggulangan masalah disiplin yang terjadi di sekolah dapat dilakukan melalui tahapan preventif, represif dan kuratif. Mendorong siswa melaksanakan tata tertib sekolah. Memberi pengetahuan bahwa tata tertib itu baik untuk perkembangan dan keberhasilan sekolah.
Upaya-upaya yang bisa di lakukan guru untuk mengatasi masalah-masalah ketidakdisiplinan siswa yaitu dengan cara pendekatan terhadap siswa yang tidak disiplin,guru dapat menasehati siswanya,diberi bimbingan pada siswa,dilakukan sosialisasi terhadap siswa akan pentingnya bersikap disiplin,jika ada siswa yang tidak disiplin sebaiknya dilakukan cara preventif terlebih dahulu jangan langsung menghukum apalagi melakukan kekerasan karena akan membuat siswa tersebut trauma/takut, guru sangat berperan penting di dalam membentuk sikap disiplin siswa didalam kehidupannya,baik di keluarganya,lingkungan sekolahnya,dan lingkungan dimana siswa tersebut berada. Siswa-siswa yang sudah menaati peraturan dan disiplin diberikan reward/penghargaan dengan begitu siswa yang sudah disiplin akan meingkatkan lagi kedisplinannya,dan yang belum disiplin akan melaksanakan hal-hal dengan disiplin.
Dalam proses belajar mengajar guru sebelum mengajarkan materi sebaiknya dilakukan motivasi-motivasi agar membentuk kedisplinan siswa dan bisa mengembangkan pendidikan karakter,dan sebelum dilakukan kegiatan belajar jika ada siswa yang tidak disiplin seperti terlambat,sebaiknya guru tidak langsung menghukumnya dengan berat,namun ditanya terlebih dahulu kenapa terlambat,dan diberi arahan agar tidak terlambat lagi,namun apabila siswa tersebut terlambat terus sebaiknya diberi peringatan yang berupa hukuman agar jera dan tidak lagi terlambat lagi,diberi sanksi tidak pandang bulu,memperlakukan siswanya dengan perlaukuan yang sama tidak membeda-bedakan satu sama lain. Penanaman kedisiplinan siswa dengan menjadikan kebiasaan,karena dengan kebiasaanlah siswa akan terbiasa disiplin,guru memberikan pengarahan terhadap siswa tentang tanggung jawab,dengan bertanggung jawab siswa dapat menjalankan kedisiplinan,karena siswa tahu akan kewajibannya.Memberi pengetahuan bahwa tata tertib itu baik untuk perkembangan dan keberhasilan sekolah.

4.      Perlunya Upaya di dalam mengatasi masalah Ketidaksiplinan siswa.
Kedisiplinan belajar siswa dapat terjadi secara optimal bila pihak sekolah dan guru melakukan perbaikan proses belajar mengajar yang menjadikan siswa itu memiliki tingkat yang sama yaitu: sama-sama mencari ilmu tanpa ada dinding pemisah yang menghalangi. Sehingga antara guru dan siswa itu akan tercipta saling kerjasama dan siswa pun menjadi bersemangat dalam belajar karena siswa tidak merasa lebih rendah daripada guru mereka.
Disiplin akan bertumbuh dengan baik apabila atas kemauan diri sendiri, tetapi apabila disiplin didasarkan bukan atas kemauan diri sendiri maka yang terjadi disiplin tidak akan tumbuh dalam diri anak tersebut. Dengan adanya disiplin yang tertanam dari diri siswa akan menjadika mereka lebih aktif dan kreatif dalam belajar. Dengan adanya disiplin belajar yang baik bagi siswa akan meningkatkan serta memperbesar kemungkinan siswa untuk berkreasi dan berprestasi.
Sehingga apabila siswa memiliki displin dalam waktu belajar maka siswa tersebut akan terdorong dan termotivasi dalam diri mereka untuk selalu balajr dan belajar. Dengan adanya kesidiplinan yang telah diterapkan dan ditanamkan akan mendorong keberhasilan dan kesuksesan bagi diri siswa sendiri.


BAB III
PENUTUP

1.     Kesimpulan
Dapat di simpulkan dari uraian diatas ketidaksiplinan siswa dipengaruhi dari beberapa faktor,baik dari faktor dalam maupun dari luar,faktor dari dalam meliputi dari dalam diri siswa tersebut,dan faktor luar yaitu dari keluarga siswa,lingkungan siswa tersebut tinggal,dan dari teman-temannya.Disamping hal-hal tersebut, para guru jangan melupakan bahwa disiplin sama pentingnya dengan proses pengajaran itu sendiri. Sebab, keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah tidak lepas dari sikap disiplin para siswa,dan peran guru di dalam mendisiplinkan para siswa-siswanya dengan baik.Adapun peran dan upaya guru di dalam mengentaskan masalah terhadap ketidaksiplinan siswa adalah dengan cara guru memberi contoh dan melaksanakan dengan baik mengenai kedisplinan,agar siswa dapat  mencontoh dari sikap kedisplinan guru.Penanggulangan masalah ketidaksiplinan siswa dapat dilakukan pengendalian baik preventif,represif dan kuratif,dengan cara pendekatan terhadap siswa yang tidak disiplin,guru  dapat menasehati siswanya,diberi bimbingan pada siswa,dilakukan sosialisasi terhadap siswa akan pentingnya bersikap disiplin,dibutuhkan dorongan terhadap siswa agar selalu menerapkan kedisiplinan.Disiplin akan bertumbuh dengan baik apabila atas kemauan diri sendiri, tetapi apabila disiplin didasarkan bukan atas kemauan diri sendiri maka yang terjadi disiplin tidak akan tumbuh dalam diri anak tersebut.Dengan adanya kesidiplinan yang telah diterapkan dan ditanamkan akan mendorong keberhasilan dan kesuksesan bagi diri siswa sendiri.
2.     Saran
·         Dibutuhkan kerjasama antara siswa dan guru di dalam upaya mengentaskan kedisplinan agar tujuan berjalan dengan lancar.
·         Menerapkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan di dalam kehidupan sehari-hari.
·         Membiasakan kedisiplinan itu harus diajarkan dan ditanamkan sejak dini sehingga akan membawa dampak yang positif di kehidupan yang akan datang.





Daftar Pustaka


Dr.Awalya,M.Pd,Kons.,dkk. 2013.Bimbingan dan Konseling.Semarang : Unnes Press

0 komentar:

Posting Komentar