Sabtu, 10 Januari 2015

KONFLIK ANTARA RT 05/RW 01 DESA SRIWULAN KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK DENGAN PT CHAROEN POKPHAND KECAMATAN GENUK KABUPATEN SEMARANG

Edit Posted by with No comments


 

KONFLIK ANTARA RT 05/RW 01 DESA SRIWULAN KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK DENGAN PT CHAROEN POKPHAND KECAMATAN GENUK KABUPATEN SEMARANG

Disusun Untuk Memenuhi Nilai UAS
Mata Kuliah         : Antropologi Terapan
Dosen Pengampu : Akhriadi Sofian

 Disusun Oleh :
1.      Arum Yuni Astuti (3401413008)
2.      Siti Muzaenatun (3401413042)
3.      Farika Tri Ariyanti (3401413044)
4.      Sefira Rizki Ayu Nindia (3401413048)
5.      Levina Thirza Astria (3401413052)
6.      Siti Farikhah (3401413054)

JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
PT Charoen Pokphand cabang Semarang terletak di perbatasan Semarang-Demak yaitu di Jalan Raya Semarang-Demak Km 8 Trimulyo, Genuk Semarang 50118 Jawa Tengah Trimulyo. Awalnya nama gedung ini adalah PT Central Proteinaprima dengan hasil produksi berupa  pakan udang, dan pakan ikan. Namun pada tahun 2007, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk telah menyetujui pembelian aktiva tetap berupa pabrik pakan ternak yang terletak di Jalan Raya Semarang-Demak km 8 tersebut milik PT Cental Proteinaprima Tbk, sehingga berubah nama menjadi PT Charoen Pophand. Pakan ternak adalah landasan utama bisnis Perseroan ini. Perusahaan ini dibangun di atas tanah seluas 47.357 m2, yang letaknya sangat dekat sekali dengan pemukiman warga. Sehingga dampak negatif dari pembangunan perusahaan ini akan mengganggu warga sekitar. Diketahui bahwa dalam 1 hari produksi pada PT. Charoen Pokphand Indonesia ini dapat dihasilkan ayam potong dengan kapasitas sebesar 18.000 ekor ayam per hari. Dapat dipastikan banyaknya limbah cair maupun padat yang dihasilkan akan berdampak pada masyarakat sekitar, baik dampak negatif. Limbah dari perusahaan ini meresahkan sebagian warga sehingga menimbulkan protes dari warga yang disalurkan melalui demo.
Kami akan membahas lebih dalam mengenai apa latar belakang terjadinya demo?             Apa dampak positif dan negatif adanya PT. Charoen Pokphand? bagaimana langkah penyelesaian konflik yang dilakukan oleh PT. Charoen Pokphand  yang  terkait dengan demo yang dilakukan warga RT 05/ RW 01 Desa Sriwulan kecamatan Sayung kabupaten Demak sekitar PT Charoen Pokphand Semarang?



BAB II
PEMBAHASAN

1.      GAMBARAN MASYARAKAT DESA SRI WULAN

Desa Sriwulan terletak di kecamatan Sayung kabupaten Demak dan berada di perbatasan antara kabupaten semarang dan demak, dan terletak di belakang perusahaan PT. Charoen Pokphand. Sebagian tanah yang menjadi pemukiman masyarakat Desa Sriwulan khususnya RT 04 dan sebagian RT 05 rw 01.
Sebagian besar masyarakat desa Sriwulan bekerja di perusahaan swasta baik kaum laki-laki maupun perempuan. Setelah mereka lulus dari bangku SMA mereka memanfaatkan banyaknya industri yang berada di kawasan Genuk kabupaten Semarang, namun meskipun ada banyak perusahaan swasta di daerah mereka tidak membuat warga masyarakat desa Sriwulan dengan mudah masuk dan bekerja di perusahaan-perusahaan seperti di PT.Charoen pokphand Genuk- Semarang, karena PT tersebut yang paling besar di kawasan tersebut. Selain menjadi buruh pabrik ada juga yang menjadi wiraswasta, nelayan, tukang ojek, guru swasta dan sedikit sekali yang menjadi PNS.

2.      GAMBARAN UMUM PT.CHAROEN POKPHAND
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (“Perseroan”) adalah penghasil pakan ternak, Day Old Chicks dan makanan olahan terbesar di Indonesia. Perseroan didirikan tahun 1972 dengan pabrik pakan ternak terbesar pertama di Jakarta untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas. Kunci pertumbuhan dari kegiatan agro-business ini adalah komitmen untuk terlibat dalam seluruh rantai produksi, mulai dari formulasi pakan ternak hingga peternakan ayam hingga produk olahan dengan nilai tambah. Pendekatan ini terbukti sukses dalam memastikan keunggulan supply produk untuk diri sendiri maupun untuk permintaan industri lainnya dengan kualitas yang konsisten dari pakan ternak dan produk ayam olahan di negeri ini. Perseroan mengembangkan usaha untuk menghadapi tantangan dalam menghasilkan produk yang dapat dipercaya dan berkualitas tinggi dengan membangun fasilitas produksi di Balajara (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Sepanjang dan Krian (Jawa Timur), Bandar Lampung (Lampung), Medan (Sumatera Utara) dan Makassar (Sulawesi Selatan).
PT Charoen Pokphand yang berada di Jawa Tengah terletak di kecamatan Genuk kabupaten Semarang utara ini berdiri pada tahun 1981 berdiri diatas lahan seluas 47.357 m2.   Sebelum dibangunnya perusahaan tersebut, wilayah disekitar belakang perusahaan itu masih berupa hutan yang masih belum berdiri pemukiman penduduk seperti saat ini.

3.       LATAR BELAKANG KONFLIK YANG TERJADI ANTARA WARGA RT 05 RW 01 DESA SRIWULAN DENGAN PT.CHAROEN POKPHAND.

Demo yang dilakukan oleh warga RT 05  RW 01 bermula pada saat libur sebelum  lebaran tahun 2013. Awalnya seorang pekerja dari Pokphand itu membersihkan tempat produksi dan cerobong asap pabrik, secara tidak sengaja ia lupa menutup kembali cerobong asapnya. Sehingga cerobong asap dalam kondisi terbuka selama ditinggal libur oleh para pekerjanya.
Cerobong yang masih terbuka itu menyemburkan asap dan bulu jagung sampai ke desa Sriwulan. Namun, para pekerja itu tidak mengetahui akan kejadian tersebut, sehingga pada hari pertama produksi itu, semua debu dan sisa dari bahan produksi itu menyembur ke perkampungan belakang pabrik pakan ternak tersebut.
Masyarakat menjadi marah karena debu-debu dan sisa-sisa bahan produksi yang menyebar ke pemukiman warga, sehingga masyarakat RT 05 yang secara langsung terkena dampaknya karena pemukiman mereka berada di belakang persis dari pabrik tersebut. Hal tersebut membuat warga RT 05 berinisiatif untuk melakukan demo. Sebelum adanya demo itu, ketua RT 05 mengumpulkan warganya yang merasa di resahkan karena adanya hal tersebut, lalu para ibu-ibu melakukan demo ke pabrik tersebut dengan membawa kaleng-kaleng roti bekas, spanduk, botol air minum dan peralatan dapur seperti penggorengan.
Konflik atau demo yang terjadi antara warga RT 05 dengan Pokphand sebenarnya bukan hanya berawal dari kesalahan pekerja Pokphand yang lupa menutup cerobong asap tadi. Menurut keterangan dari beberapa warga RT 05 salah satunya adalah ibu Munfaati menyatakan bahwa demo itu disebabkan oleh beberapa hal seperti yang dijelaskan kepada kami “demo ini terjadi karena adanya bau yang sangat mengganggu warga khususnya RT 05 dan warga disini juga jarang mbak yang bekerja di prima/pokphand itu karena susah untuk masuk kesana, anak saya dua-duanya melamar kesana saja belum ada yang masuk mbak, padahal kami yang kena dampak limbahnya”.
Dari keterangan ibu munfaati tersebut dapat kami ketahui bahwa warga RT 05 merasa adanya bau yang tidak enak di aliran sungai depan rumah mereka itu sebagai akibat dari limbah pabrik Pokphand tersebut, dan  warga di RT 05 sangat sulit untuk bekerja di pokphand.

4.      DAMPAK ADANYA PT CHAROEN POKPHAND BAGI MASYARAKAT DESA SRIWULAN.
a.       Dampak negatif
Adanya pabrik pokphand yang berdiri di sekitar pemukiman warga Sriwulan tentu menimbulkan dampak negatif dan positif bagi warga sekitar. Meskipun pemukiman warga tersebut berdiri setelah adanya pabrik pakan ternak tersebut, mau tidak mau PT Pokphand tetap berdiri dan berproduksi dengan memperhatikan lingkungan dan sosial budaya masyarakat setempat.
            Pendidikan disini juga dapat menjadi faktor rendahnya sumber daya manusia sehingga dengan adanya pabrik tersebut membuat masyarakat yang kurang mengerti tentang kinerja pabrik pokphand, sehingga masyarakat mudah sekali dipengaruhi untuk melakukan demo terhadap pabrik pokphand meskipun mereka kurang mengetahui penyebabnya itu benar dari Pokphan atau dari pabrik lain, karena banyaknya pabrik di kawasan tersebut. Contohnya pencemaramn air yang sangat tidak enak baunya di sekitar belakang pabrik itu bukan penyebab dari pabrik pokphand, karena sudah diuji di lab dan memang hasilnya 0. Namun warga tetap saja menyalahkan Pokphand.
            Menurut ketua rw 01 yang banyak menangani masalah-maslah yang terjadi disana mengatakan bahwa “Pokphand itu mempunyai tempat penyaringan limbah yang beguna untuk menyaring air yang nantinya keluar, dan sudah di uji bahwa air yang ada di sungai di desa Sriwulan yang menimbulkan bau itu bukan berasal dari Pokphand mbak, namun seperti yang saya lihat ada salah seorang oknum yang ingin diuntungkan dengan adanya hal tersebut sehingga dia memprofokatori warga RT 05 untuk demo, dan dia juga yang menyelesaikannya sendiri mbak, lagi-lagi orang itu mbak yang membuat ulah, padahal Pokphand itu sangat mudah untuk dimintai bantuan, coba saja mbak anda bandingkan dengan perusahaan lain di sekitar Genuk ini mbak”.

a.       Dampak positif
Dengan adanya Pokphand, masyarakat RT 04 merasa berterimakasih kepada Pokphand karena mereka merasa paling diuntungkan, karena mereka menempati tanah milik Pokphand dan di berikan secara Cuma-Cuma untuk ditempati. Selain tanah, Pokphand juga memberikan banyak bantuan jika masyarakat mengajukan proposal. Misalnya, sumbangan kematian, pembangunan balai desa, beasiswa untuk siswa, uang 2 juta tiap bulan yang masuk ke kas RT 05, mengkurbankan kambing saat hari raya Idul Adha, pembagian takjil saat puasa dan apapun yang diminta oleh warga Sriwulan.


5.      PENERAPAN TEORI
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Pembangunan sektor industri merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan Indonesia saat ini. Hal ini dikarenakan semakin majunya teknologi yang mendukung perindustrian sehingga dapat bermanfaat pula bagi perkembangan perekonomian Indonesia. PT Charoen Pokphand sendiri lebih memfokuskan kegiatan usaha pada industri agribisnis terintegrasi yaitu produksi pakan ternak, pembibitan DOC, dan kegiatan usaha lain yang terkait. Pembangunan industri selain memerhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap lokasi industri juga perlu mempertimbangkan peraturan tentang industri dan dampak lingkungan.
Teori lokasi industri menurut Weber dikenal dengan sebutan least cost location. Isi pokok teorinya yaitu lokasi industri dipilihkan di tempat-tempat yang biayanya paling minimal. Seperti lokasi PT Pokphand yang sangat dekat dengan pemukiman warga dan hanya memperhatikan lokasi tempat dengan biaya minimal. Pembangunan industri seharusnya jauh dari pemukiman warga sehingga tidak mengganggu kehidupan sekitar. Konon menurut informasi yang kami dapatkan, dahulu pembangunan PT Charoen Pokphand belum ada perumahan atau pemukiman di sekitar perusahaan, setelah beberapa tahun berdiri baru ada pemukiman warga, sehingga sebagian rumah warga di RT 04 dan RT 05 sebagian tanahnya adalah milik PT Pokphand.
Terkait dengan kasus demo yang kami kaji, mengapa hanya RT 05 yang melakukan aksi demo sementara RT lainnya juga merasakan dampaknya?  Mengingat tanah sebagian rumah warga RT 04 milik PT Pokphand maka mereka lebih memilih diam saja dan merasa cukup tau diri, dampak yang dirasakan di RT 04 sendiri hanyalah polusi suara dari perusahaan dan bau tidak enak berupa bau pakan ternak. Selain itu, hanya RT 05 yang melakukan demo dikarenakan dampak dari limbah pabrik yang paling banyak dirasakan oleh warga RT 05. Pemicu aksi demo ini yaitu bulu jagung yang berterbangan di pemukiman warga sehingga mengotori rumah mereka dan memicu emosi warga RT 05 terutama ibu-ibu mengingat karena mereka merasa sebal dan capek karena harus menyapu halaman rumah mereka terus menerus. Kemudian timbullah aksi protes dari warga RT 05 yang disalurkan melalui aksi demo. Demo ini dilakukan oleh kebanyakan ibu-ibu dengan membawa perlatan masak dan peralatan penggorengan. Aksi ini dilakukan setahun yang lalu setelah lebaran. Demo ini juga tidak sampai menimbulkan konflik besar yang menimbulkan kerugian. Demo tersebut juga dipicu oleh bau tidak sedap dari sungai kecil yang mengalir sepanjang RT 05, bahkan kami sendiri juga merasakan bau tersebut yang sangat bacin seperti bau peceran. Padahal, hasil lab dari air sungai tersebut menunjukkan bahwa bau tidak sedap itu tidak berasal dari limbah PT Pokphand. Namun, hal ini masih menimbulkan kesimpang siuran antarwarga yang masih bersitegang kalau bau tersebut berasal dari PT Pokphand, padahal juga ada banyak pabrik di sekitar pemukiman RW 01. Setelah kami selidiki dari penuturan tokoh masyakat, menurutnya masyarakat kurang sadar diri terhadap lingkungannya. Padahal air di sungai tersebut berasal dari sisa pembuangan mencuci piring, pakain yang otomatis akan mengalir di sungai tersebut. Selain itu bau tersebut juga dari pengaruh air rob yang datang setiap saat sehingga percampuran tersebut menimbulkan bau yang tidak sedap. Terkait dengan hal tersebut sudah ada penyelesaian dari pihak perusahaan, yaitu warga dibuatkan talut sepanjang pinggir sungai agar saat hujan deras air tersebut tidak meluber ke rumah warga. Bau tidak sedap tersebut juga sedikit memicu emosi dari warga RT 07 yang merasa terganggu dengan bau tersebut sehingga mereka ingin memutus aliran sungai yang mengalir ke pemukiman mereka, bahkan juga sampai ingin menutup dan memutuskan jalan antara RT 7 dan 6. Namun, hal tersebut sudah dapat terselesaikan dengan baik dengan jalan musyawarah yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat termasuk ketua RW.
Pembangunan perusahaan ini juga ada dampak positifnya yaitu memberikan peluang lapangan pekerjaan kepada warga sekitar. Kebanyakan yang kerja disini adalah kaum laki-laki karena proses pekerjaannya yang menggunakan alat-alat produksi yang berat sehingga membutuhkan tenaga yang kuat. Hal ini memicu adanya perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan. Gender yaitu suatu sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan kaena dikonstuksikan secara sosial dan kultural.Hal ini berkaitan dengan dalam buku sex and gender yang ditulis oleh Hilary M.Lips yang mengartikan gender sebagai harapan-harapan budaya terhadap laki-laki dan perempuan. Misalnya perempuan dikenal dengan lemah lembut sedangkan laki-laki dianggap kuat dan perkasa. Laki-laki dianggap kuat dan perkasa sehingga kebanyakan pekerja di PT Pokphand adalah kaum laki-laki. Kaum perempuan hanya bekerja di bagian dalam kantornya saja dan bekerja sebagai karyawan yang membersihkan di PT Pokphan.
Teori Konflik karya Rafl Dahrendorf menyatakan bahwa masyarakat mempunyai dua wajah(Konflik dan Konsensus). Teoritisi Konsensus harus menguji nilai integrasi dalam masyarakat dan teoritisi konsensus harus menguji konflik kepentingan dan penggunaan kekerasan yang mengikat masyarakat bersama tekanan itu. Dahrendrof mengakui bahwa masyarakat takkan ada tanpa konsensus  dan konflik yang menjadi persyaratan satu sama lain. Seperti observasi yang telah kami lakukan bahwa terdapat konflik diantara masyarakat di sekitar PT Pokphand terutama pada warga masyarakat RT 05 yang demo kepada PT Pokphand karena mereka merasa terganggu dengan bau yang tidak enak.Namun konflik tersebut dapat terselesaikan dengan baik dengan cara konsensus yaitu adanya kesepakatan dan mufakat bersama antara warga RT 05 dengan PT Pokphand dengan jalan PT Pokphand memberikan bantuan berupa dana sebesar RP 2.000.000 dan membangun talut sepanjang pinggir sungai agar saat hujan deras air yang cukup bau tersebut tidak meluber ke rumah warga.

6.      TANGGUNG JAWAB PT CHAROEN POKPHAND UNTUK MASYARAKAT SEKITAR PERUSAHAAN
Adanya kasus demo tersebut menimbulkan reaksi positif dari pihak PT Charoen Pokphand. Bantuan demi bantuan diberikan PT Pokphand kepada warga sekitar. Bantuan itu berupa:
1.      Pembangunan talut di sepanjang pinggir sungai mulai dari RT 05 sampai RT 06 agar saat musim hujan air tersebut tidak membanjiri pemukiman warga.
2.      PT Pokphand melakukan pembakaran saat produksi menggunakan cangkang sehingga tidak menimbulkan polusi dan debu-debu sudah tidak akan mencemari.
3.      PT Pokphand memberi banyak bantuan dana sosial misalnya untuk santunan anak yatimpiatu, pembangunan mushola, dan dana kematian. Untuk dana kematian yang diberikan sebesar Rp.300.000,00. Dana pembangunan mushola sebesar Rp. 500.000,00
4.      PT Pokphand memberi bantuan beasiswa kepada siswa kurang mampu Sekolah Dasar Negeri disekitar daerah desa Sriwulan. Bantuan tidak hanya berupa uang tapi berupa makanan seperti telur rebus yang diberikan pada hari Jum’at. Namun, bantuan tersebut hanya berlangsung dua bulan saja dan sekarang sudah dihentikan.
5.      Pada saat hari raya Idul Adha masyarakat di sekitar PT Pokphand di berikan hewan qurban yang berupa kambing di mushola lingkungan desa Sriwulan.
6.      PT Pokphand memberikan tunjangan hari raya pada saat hari raya Idul Fitri berupa sembako kepada masyarakat desa Sriwulan.
7.      PT Pokphand memberikan subsidi air bersih di sekitar lingkungan PT Pokphand yang digunakan untuk minum, mandi, dan mencuci.
8.      Warga khususnya RT 05 yang demo diberikan uang sejumlah Rp2.000.000,00 dan masuk ke uang kas RT.



7.      PENYELESAIAN KONFLIK RT 05 DENGAN PT CHAROEN POKPHAND.

Konflik antara RT 05 dengan PT. Charoen Pokphan dapat diselesaikan dengan cara musyawarah untuk memperoleh kesepakatan bersama, musyawarah dilakukan oleh kepala desa sriwulan, ketua RW 01 masing-masing ketua RT dari RT 01-09 dan perwakilan masyarakat dan kesepakatan yang di peroleh adalah dengan memberi uang sebesar Rp 2000.000,00 setiap bulannya,  yang diserahkan kepada ketua RW 01 lalu diberikan kepada ketua rt 05 dan uang itu digunakan untuk pembangunan di RT 05.
Karena PT.Pokphand menyadari adanya keteledoran yang dilakukan oleh salah seorang pekerja yang lupa menutup cerobong keluarnya asap, debu-debu dan sisa bahan produksi yang mengakibatkan keresahan warga di belakang pabrik yang terkena dampaknya, sehinnga Pokphand bersedia ganti rugi atas kejadian tersebut. Akhirnya warga rt 05 dan Pokphand setuju dengan keputusan tersebut dan mengambil jalan damai.


BAB III
PENUTUP

Simpulan
 Adanya pabrik Pokphand yang berdiri di sekitar pemukiman warga Sriwulan memberikan dampak negatif bagi warga sekitar, sehingga muncullah aksi demo dari RT 05 dikarenakan warga mengira limbah yang mencemari daerah pemukiman RT 05 adalah dari limbah Pokhand dan sulitnya warga RT 05 untuk masuk dan menjadi pekerja di Pokphand. Aksi tersebut dipicu oleh adanya oknum tertentu yang merasa tidak suka dengan PT Pokphand. Sehingga masyarakat mudah sekali dipengaruhi untuk melakukan demo terhadap pabrik pokphand meskipun mereka kurang mengetahui penyebabnya itu benar dari pokphan atau dari pabrik lain, karena banyaknya pabrik di kawasan tersebut. Faktor pendidikan disini sangat berpengaruh, adanya oknum yang menjadi profokator demo adalah dari kalangan orang yang berpendidikan tinggi, dan warga masyarakatnya kebanyakan berpendidikan rendah sehingga mudah di pengaruhi oleh oknum tersebut.













DAFTAR PUSTAKA

Ritzer,George dan Douglas J.Goodman.2003.Teori Sosiologi Modern.Jakarta.Kencana.
Handoyo,Eko,Niswatin Rakub,dkk.2007.Studi Masyarakat Indonesia.Semarang.Unnes.
























0 komentar:

Posting Komentar